DISTOPIA DAN KEHIDUPAN

Hai semua! Kali ini aku akan membagikan beberapa tulisan yang pernah aku unggah di Facebook. Tulisan ini pertama kali aku unggah pada 24 Maret 2018, selamat membaca!

Distopia adalah sebutan bagi istilah masa depan setelah adanya kehancuran di Bumi. Tema ini mulai popular diangkat ke dalam layar lebar. Ada beberapa film dengan tema distopia yang udah aku tonton, di antaranya adalah tiga film favoritku, yaitu "City of Ember", "The Giver", dan "Divergent". Ketiga film ini memiliki kesamaan pada plot awal cerita, yakni mengisahkan kondisi Bumi pasca kehancuran, dan adanya sistem kehidupan baru yang menjadi awal bagi manusia untuk memulai kehidupannya. Dalam ketiga film ini, manusia akan ditentukan tugas dan posisinya dalam masyarakat. Setiap manusia akan digolongkan sesuai pekerjaannya. Mereka akan bekerja sesuai posisi itu, sehingga terlihat sekali keteraturan dan upaya untuk menjaga perdamaian, agar perpecahan dan kehancuran tidak terjadi lagi.

Tetapi, itu semua hanya berlangsung diawal film saja. Seperti biasa, namanya film, pasti ada saja misteri dan rahasia yang tersembunyi. Kalau yang udah pernah nonton "The Giver", pasti tahu kan rasanya hidup tanpa ada perbedaan? Begitu pula dengan "Divergent", yang membawa pikiran kita untuk menyelami kehidupan yang serba ditentukan, bahkan takdir diri kita ditentukan oleh orang lain. Bahkan dalam "City of Ember", kehidupan yang damai ternyata perlu pengorbanan besar yang menyakitkan. Rasanya gak nyaman dan seperti ada yang salah.

Aku rasa, gambaran di atas sama dengan kondisi Indonesia akhir-akhir ini. Ada beberapa orang yang berpikir bahwa jika tidak ada perbedaan, hidup akan terasa lebih nyaman, jika tidak ada kesedihan dan amarah, hidup akan tenteram. Menurutku kehidupan itu adalah apa yang telah dianugerahkan oleh Tuhan kepada kita saat ini. Kehidupan yang dihiasi dengan perbedaan, nafsu, semangat, harapan, impian, dan berbagai perasaan serta peranan yang dimainkan oleh manusia di dalamnya.
Jadi... maknailah kehidupan ini dengan selalu bersyukur, termasuk bersyukur akan adanya perbedaan dan rasa bebas untuk berekspresi. Jangan lupa, terkadang bukan hanya rasa bahagia saja yang dapat membahagiakan hidup. Rasa sedih, kesal, marah, juga akan membawa kebahagiaan di hidup ini. Kalian bisa nonton film animasi "Inside Out" untuk tahu lebih jelas maksudku tentang hal yang terakhir itu. Semoga kita selalu bersyukur ya!

Komentar