TIADA HASIL YANG MENGKHIANATI USAHA DAN DOA
Tiada hasil yang mengkhianati usaha dan doa…
Klausa di atas adalah prinsip hidup Saya. Bagi Saya, hidup ini adalah sesuatu hal yang harus kita perjuangkan. Hidup adalah suatu anugerah yang sangat indah dari Allah SWT.
Kenalkan, saya Gilang Ramadhan, saat ini saya sedang menempuh pendidikan S1 pada program studi Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran.
Saya menulis tulisan ini sebagai "ucapan selamat datang" di blog saya. Blog ini saya beri nama "Story to Inspire", dengan tujuan agar cerita dari tulisan dapat memberikan inspirasi dan sebagai wadah saya dalam menuangkan ide dan berbagi informasi.
Dalam tulisan perdana di blog ini, saya lebih banyak menceritakan tentang kehidupan pribadi saya dari SD hingga SMA. Mengapa hanya sampai SMA? Sebab saya merasa bahwa karakter dan kedewasaan saya terbentuk saat di SMA, sehingga saya merasa kisah hidup saya saat itu sangat menentukan kehidupan saya ke depannya. Untuk kisah-kisah saya saat masa kuliah, mungkin akan saya tulis di tulisan berikutnya. Baiklah.. tanpa berlama-lama, mari berkenalan lebih jauh dengan saya.
Saya lahir di kabupaten Subang, Jawa Barat pada 16 Januari 1997 dari pasangan Bangang Permana dan Dwi Handayani. Mereka berdua adalah benteng hidup Saya, sahabat hidup Saya, dan mereka adalah orang yang sangat Saya sayangi. Entah sudah berapa ribu kali mereka menangis karena Saya, tetapi Saya berjanji kepada diri Saya sendiri bahwa tangisan mereka akan Saya bayar dengan senyuman di kemudian hari. Saya memiliki seorang saudara kandung, Bintang Maulida namanya. Gadis kecil dengan mata sipit dan kening lebar itu adalah penghibur diri Saya.
Tahun awal menjalani pendidikan dasar Saya lewati di kota metropolitan, Jakarta. Ketika itu, Saya dan keluarga masih tinggal bersama Kakek dan Nenek. SD Saya ketika itu adalah SD Negeri Pulogebang 21 Pagi. Disana, Saya belajar segala hal. Saya belajar bukan hanya tentang teori pengetahuan umum, tetapi Saya juga mulai belajar mengenai kehidupan. Saya belajar mengenai toleransi, mengenai kesabaran, kegotongroyongan, kekompakan, persaingan, dan nilai-nilai hidupa lainnya yang hanya kita dapatkan jika kita benar-benar belajar dalam hidup ini.
Ketika memasuki awal tahun 2005, Ayah dan Ibu Saya telah merencanakan untuk pindah ke Subang, karena sebab ekonomi dan hal yang ketika Saya tak mengerti. Jadi, pertengahan 2005, Kami sekeluarga sudah mulai persiapan perpindahan, mengirim barang-barang yang besar terlebih dahulu ke kampung halaman Ayah Saya itu. Sampai apada akhir 2005, keputusan keluarga Saya telah bulat, bahwa Kami memang harus pindah. Akhirnya, dengan pemikiran seorang bocah usia 8 tahun itu, yang merasa berat hati untuk meninggalkan sekolah, kawan-kawan, terlebih Kakek dan Nenek, Kami tetap pindah. Mengawali kehidupan baru. Dari nol lagi, dengan mengahadapi tantangan hidup langsung, “face to face”, dan bersiap akan segala resiko dalam hidup.
Hari demi hari Saya lewati di Subang, bersama dengan suasana baru, teman baru, lingkungan yang baru. Nenek dan Kakek Saya di Subang selalu senang akan kehadiran cucunya ini. Mereka berdua selalu membantu Saya untuk dapat mengenal lebih dekat tentang segla hal yang baru bagi Saya.
Pertengahan tahun 2006, kabar duka datang dari Nenek Saya di Jakarta. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 27 Juni 2006 karena sakit jantung yang dideritanya. Sungguh suatu pukulan yang sangat menyesakkan jiwa.
Di Subang, Saya tinggal di Desa Bendungan RT 01/01, tepatnya di Kecamatan Pagaden Barat. Dari titik inilah, cerita hidup Saya akan kian berkembang. Saya mengahabiskan pendidikan menengah pertama Saya di SMP Negeri 2 Pagaden. Jaraknya cukup jauh dari rumah Saya yang berada di pedesaan. Alamnya yang indah, di kanan dan di kiri adalah sawah hijau yang menghampar luas, kicauan burung setiap saat selalu terdengar, dan kearifan natural yang masih asri dapat dijumpai di desa Saya.
Di SMP, Saya bertekad untuk memberanikan diri mengikuti pemilihan Ketua OSIS. Kala itu Saya masih kelas VII, dan juga hanya satu-satunya calon ketua OSIS dari kelas VII . Saya bertekad bahwa Saya ingin lebih mengembangkan potensi diri Saya. Saya ingin meningkatkan kebermanfaatn diri Saya bagi lingkungan sekitar. Maka Saya putuskan, bahwa organisasi adalah pilihan yang sangat tepat.
Alhamdulillah berkat karunia dari Allah SWT, Saya terpilih sebagai Ketua OSIS. Betapa senangnya hati Saya, sekaligus juga merasa bahwa tanggung jawab Saya bertambah. Tetapi, semuanya Saya lakukan dengan hati, tanpa ada maksud negatif apapun, dan akhirnya, Saya bisa melewati satu tahun masa kepemimpinan Saya dengan sejuta pengalaman, semiliar perjuangan, dan setriliun rasa syukur. Di awal kepemimpinan Saya, memang telah menyebar isu bahwa seorang siswa kelas VII tidak mampu memimpin sebuah organisasi. Tetapi, sekali lagi Saya hanya melakukannya dengan hati dan menjadi diri sendiri.
Ketika kelas VIII, Saya kembali mencalonkan diri untuk mengikuti pemilihan Ketua OSIS. Alhamdulillah, Saya akhirnya terpilih kembali dan tetap menjadi seperti sebelumnya. Saya meluruskan niat, mencoba untuk tetap menjadi diri Saya, dan melakukan segalanya dengan hati.
Ketika kelas IX, semua kegatan organisasi, entah Saya rasakan atau tidak, berkurnag. Hal itu terjadi dengan sendirinya. Mungkin, itu karena faktor bahwa kelas IX harus fokus untuk hal-hal ke depan. Tetapi, Saya tetap menjadi mentor bagi adik-adik Saya, Saya tetap memberikan masukan demi kebaikan bersama.
Ketika itu, Saya ingin sekali mendaftar menjadi siswa SMA Negeri 1 Subang, melal jalur Penelusuran Minat dan Bakat atau PMDK. Selain mendaftar ke SMA Negeri 1 Subang, Saya juga mendaftar ke SMA Negeri 3 Subang. Semua tahapan seleksi Saya lewati. Dan, pada akhirnya, setelah menunggu sekian hari, waktu pengumuman itu tiba. Saya diterima di kedua SMA terbaik di Subang itu. Sungguh senang hati ini, ternyata Saya mampu untuk menjadi bagian dari keduanya. Tetapi, dilain pihak, Saya merasa bahwa sekarang Saya telah tiba di persimpangan jalan. Saya harus menentukan hidup Saya, untuk memulai hidup baru Saya di masa depan.
Saya memohon kepada Allah SWT untuk ditunjukkan jalan yang terbaik bagi Saya. Memang benar, Alllah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Melalui mimpi, Allah memberikan “kode” kepada Saya untuk memilih SMA Negeri 3 Subang sebagai tempat Saya menimba ilmu selanjutnya.
Saya sungguh senang dan bangga, serta sangat merasa bersyukur dapat menceritakan kisah Saya ketika di SMA. Banyak hal yang terjadi. Saya merasa mulai menjadi pribadi yang semakin dewasa ketika di SMA.
Sayaadalah pribadi yang selalu ingin mengembangkan kemampuan diri, maka dari itu, Saya kembali mengikuti OSIS, sebagai wadah pengembangan diri Saya. Selain OSIS, hal lain yang Saya dapatkan adalah teman dan Sahabat. Saya memiliki banyak teman dan sahabat. Semuanya berbeda karakter dan perangai. Saya belajar dari hal itu.
Di tahun kedua Saya di SMA, Saya memutuskan untuk mengikuti pemilihan Ketua OSIS. Ini adalah keputusan besar bagi Saya, karena ini merupakan keputusan yang akan berpengaruh secara signifikan terhadap masa depan Saya. Atas izin Allah SWT, Saya terpilih sebagai Ketua OSIS SMA Negeri 3 Subang. Sungguh suatu anugerah yang sangat Saya syukuri.
Saya menata diri melalui organsasi. Jujur, organisasi memberi pengaruh besar bagi hidup Saya, bahkan sampai saat ini. Belajar organisasi berarti belajar akan kehidupan. Ketika di organisasi, kita tidak akan mendapatkan pelajaran-pelajaran seperti di bangku kelas. Percayalah akan hal itu.
SMAmerupakan tahun batu loncatan bagi Saya. Saya mendapatkan banyak berkah dan pengalaman yang tak ternilai. Saya lebih mengenal “dunia luar”, yang sangat memberikan pengalaman berharga bagi hidup Saya. Menjadi Runner-Up Duta Bahasa Pelajar 2014, menjadi salah satu Ketua OSIS Terpilih Se Indonesia dalam kegiatan ISLC III di Universitas Indonesia, mengikuti Lomba Simulasi Sidang ASEAN, mengikuti Pelatihan Kepemimpinan dan Character Building Nasional, mengikuti Olimpiade Geografi Nasional, mengadakan kunjungan ke Kedutaan Besar Amerika Serikat, mengikuti seleksi pertukaran pelajar, menjadi bagian dari Forum OSIS Kabupaten Subang, Forum OSIS Nusantara, berteman dengan pemuda hebat dari seluruh pelosok negeri, mengenal budaya daerah lain, dan yang pasti lebih bisa bersyukur atas nikmat yang Allah limpahkan kepada Saya.
Sekali lagi, inilah sekeping kisah hidup Saya, yang akan kembali Saya rajut untuk fase-fase selanjutnya, dan akan membutuhkan lembar demi lembar kertas dan banyak tinta untuk menorehkannya. Satu hal yang ingin Saya tekankan, bahwa tiada hasil yang mengkhianati usaha dan doa. Allah SWT senantiasa ada untuk Kita"
Sekian perkenalan dari saya. Saya akan selalu berusaha untuk membuat tulisan yang baik dan bermanfaat di blog ini. Salam literasi!

Mantap a gilang.. keep it up :)
BalasHapus