OSLO PUNYA CERITA (Epilog)
DARI SUBANG MENUJU NORWEGIA
Ada begitu banyak alasan yang membuat kita harus melakukan perjalanan jauh, salah satu dari alasan itu bernama impian.
Saya Gilang Ramadhan, lahir di Kabupaten Subang pada 16 Januari 1997. Saat ini saya masih berstatus sebagai mahasiswa di Universitas Padjadjaran jurusan Ilmu Sejarah.
Inilah salah satu kisah tentang impian saya yang melibatkan perjalanan ribuan kilometer, melintasi Samudera Hindia, dan melewati benua Asia hingga Eropa.
Semua dimulai sejak tahun 2017, ketika saya mulai
aktif dalam berbagai kegiatan permuseuman. Dalam beberapa kesempatan, saya
pernah mewakili jurusan untuk mengikuti pelatihan dan seminar yang
diselenggarakan oleh Direktorat Kesejarahan Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia. Selain itu, saya juga pernah menjadi naradamping pada acara Indonesia
Museum Awards 2017 dan 2019, serta aktif dalam kegiatan-kegiatan yang
diselenggarakan oleh berbagai museum. Juara 2 Duta Bahasa Pelajar Jawa Barat
2014, juara 1 Debat Politik Mahasiswa Nasional 2018, dan juara 3 Jakarta Museum
Marathon 2019 adalah beberapa prestasi yang pernah saya raih.
Saya bukanlah pribadi yang mudah terlena dalam zona
nyaman. Saya selalu ingin mengeksplorasi potensi diri, sehingga saya dapat
terus belajar dan menebar manfaat bagi orang lain. Pada tahun 2019, saya mulai
membuka diri untuk mempelajari bidang yang baru, yaitu lingkungan. Youth Climate Camp yang diselenggarakan
oleh Climate Institute adalah
kegiatan lingkungan pertama saya. Saya melakukan penanaman mangrove di Pulau
Tidung, Kepulauan Seribu dan belajar tentang perubahan iklim. Selain itu, saya
juga terpilih sebagai peserta perwakilan Provinsi Jawa Barat pada kegiatan Indonesian Youth Marine Debris Summit
yang diselenggarakan oleh Divers Clean Action. Sebagai peserta,
saya harus mempresentasikan rencana aksi saya tentang lingkungan yang akan
diwujudkan di daerah masing-masing. Saat itulah mimpi besar saya lahir, yakni The No Plastic Corner at Museum.
Fakta menyebutkan bahwa Indonesia adalah juara 2 penyumbang sampah laut dunia (Jambeck, 2015). Saya merespon hal itu dengan bermimpi jika museum-museum yang ada di Jawa Barat dapat menyediakan sudut ramah lingkungan di pintu masuk atau pintu keluarnya. Sudut ramah lingkungan tersebut dilengkapi dengan dispenser dan poster informatif tentang bahaya sampah plastik yang mengancam lingkungan. Hal ini akan mempermudah para pengunjung museum yang membawa tempat minum untuk mengisi ulang airnya, serta dapat mengedukasi pengunjung lain yang belum beralih dari penggunaan botol plastik sekali pakai. Selain itu, museum juga dapat menjadi tempat yang menarik untuk melakukan diskusi tentang lingkungan. Ide saya ini dapat membantu meningkatkan program museum, sekaligus mengedukasi pengunjungnya tentang gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Berkat ide ini, saya berkesempatan untuk mewakili pemuda Indonesia dalam Our Ocean Youth Leadership Summit 2019 di Oslo, Norwegia.
Terima kasih saya ucapkan kepada Divers Clean Action, Sustainable Ocean Alliance, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, sahabat-sahabat saya yang sudah membantu terutama Anas, Yayang, Keenan, Aziz Ali, Tika, dan Sofia. Semoga seberkas cerita ini dapat menjadi awal mula lembar demi lembar cerita lainnya yang akan saya tuliskan di kemudian hari. Percayalah, tiada hasil yang mengkhianati usaha dan doa!


Mantap ceritanya, sangat menyenangkan😊 ide-ide dari Gilang memang selalu cemerlang🔥
BalasHapus