APAKAH "MIMPI SETINGGI LAGIT" TERLALU TINGGI?

Langit cerah di atas Gedung Arca Museum Nasional Indonesia.

Pada Februari 2023 lalu, saya mengikuti seleksi sebagai anak didik Kak Tezar Aditya. Kak Tezar adalah alumni dari program beasiswa Turkiye Burslari yang membuka program mentoring bagi semua orang yang berminat untuk mendaftar Turkiye Burslari di tahun 2023 ini. Syarat untuk dapat bergabung pada program mentoring itu adalah membuat esai yang menjelaskan alasan tertarik untuk mendaftar beasiswa tersebut. Singkat cerita, saya membuat esai itu lalu mendaftarkan diri, dan kemudian diterima sebagai salah satu peserta program mentoringnya. Namun, sayangnya saya tidak diterima pada seleksi beasiswa Turkiye Burslari 2023. Saat mendaftarkan aplikasi beasiswa itu, saya sedang berada di Sao Paulo, Brazil. Saya ingat sekali ketika mengetik lembar demi lembar jawaban atas pertanyaan pada aplikasi beasiswa. Saya ingat pesan Kak Tezar, bahwa kita lebih baik menulis jawaban di microsoft word terlebih dahulu agar bisa diperbaiki substansi, tata bahasa dan menghindari salah ketik. Berikut adalah esai pendaftaran yang saya buat untuk menjadi peserta program mentoring beasiswa Turkiye Burslari 2023, saya beri judul "Mimpi Setinggi Langit". Sempat terpikir di benak saya, apakah "Mimpi Setinggi Langit" itu terlalu tinggi dan sulit untuk diraih?

MIMPI SETINGGI LANGIT

Perkenalkan, saya Gilang Ramadhan, seorang fresh graduate yang menyandang gelar Sarjana Humaniora dari Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran. Saat ini saya aktif sebagai pengurus Komunitas Jelajah, sebuah NGO yang bergerak di bidang edukasi museum dan lembaga dokumenter di Indonesia. Saya berencana mendaftar beasiswa Turkiye Burslari pada program master Istanbul University Gradute School of Social Sciences jurusan Museum Management atau Conservation and Restoration of Cultural Property.

Turkiye adalah sebuah negara yang kental dengan sejarah dan peradaban dunia. Belajar secara langsung di negara ini tentu merupakan sebuah kesempatan yang berharga, apalagi jika belajar mengenai sejarah dan warisan budayanya. Saya telah jatuh cinta kepada museum sejak kecil, namun setelah bergabung dengan Komunitas Jelajah, saya baru menyadari bahwa museum adalah salah satu institusi penting bagi masyarakat. Bagi saya, museum adalah tempat yang penuh inspirasi, di mana sejarah, budaya, alam dan teknologi bertemu untuk menghasilkan sebuah kreativitas. Sejak 2017 bersama dengan Komunitas Jelajah, saya turut aktif sebagai panitia Indonesia Museum Awards. Acara ini adalah bentuk apresiasi Komunitas Jelajah kepada seluruh pihak dalam industri permuseuman Indonesia. Pada Indonesia Museum Awards 2022, saya juga turut andil sebagai floor director untuk acara yang memasuki penyelenggaran ke-11 ini.

Kecintaan saya terhadap museum dibuktikan dengan partisipasi saya dalam berbagai kegiatan permuseuman, seperti menjadi finalis dalam lomba manajemen museum tahun 2017, menjadi mentor dalam acara yang bekerja sama dengan Museum Perumusan Naskah Proklamasi tahun 2018, peserta workshop kesejarahan Direktorat Sejarah Kemdikbud RI, hingga membawa ide proyek kolaborasi museum dan lingkungan pada ajang Our Ocean Youth Leadership Summit 2019 di Oslo, Norwegia. Saat ini saya akan mengikuti Summer School on the Bicentennial of the Brazilian Independence di Sao Paulo, Brazil pada 4-16 Februari 2023. Summer School ini berfokus pada bidang sejarah dan permuseuman. Saya berharap dengan mengikuti kegiatan ini maka pengalaman serta pengetahuan saya di bidang permuseuman dapat semakin bertambah.

Saya ingin menjadi seorang praktisi andal di bidang museum yang ahli meneliti dan menjadi kurator benda-benda bersejarah. Penelitian skripsi saya berjudul “The Effort of Repatriation of Indonesian Cultural and Historical Objects from The Netherlands 1954-1978”, menjelaskan mengenai proses repatriasi atau pengembalian benda budaya dan bersejarah Indonesia yang tersimpan di museum atau institusi kebudayaan di Belanda.  Maka dari itu saya berharap dapat meraih beasiswa Turkiye Burslari pada program master di bidang Museum Management atau Conservation and Restoration of Cultural Property di Istanbul University Graduate School of Social Sciences agar penelitian tersebut dapat dikembangkan dan menjadi modal untuk pengembangan karier saya ke depan serta sebagai jalan kontribusi saya untuk dunia permuseuman.

Saya berharap Kak Tezar Aditya dapat menerima saya sebagai salah satu peserta program mentoring untuk meraih beasiswa Turkiye Burslari. Saya percaya dengan apa yang dikatakan Presiden Sukarno, “Bermimpilah setinggi langit, jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang”. Salam museum di hatiku!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DISTOPIA DAN KEHIDUPAN